Menemukan Kasih Maria di Rumah Sederhana

 Menemukan Kasih Maria di Rumah Sederhana


Saint Mary's Way

 ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ꒰ ᧔ෆ᧓ ꒱ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔  ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ ⏔⏔⏔ 
Pernahkah kalian merasa gugup saat harus tampil atau melayani di depan banyak orang, tetapi akhirnya menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga dari rasa takut itu?
SEE

Pada hari minggu sore tanggal 20 september 2025, aku bersama teman dekatku Orin mengikuti doa lingkungan di salah satu anggota lingkungan di komplek kami. Bulan itu adalah bulan BKSN maka tema dari doa lingkungan itu adalah BKSN Sesampainya di rumah salah satu anggota lingkungan itu, aku merasakan sukacita, karna semua orang terlihat berbahagia disana, aku disambut dengan senyuman kecil dan  aku menjabat tangan mereka satu persatu sebagai tanda hormat bagi orang yang lebih tua dariku dan ramah bagi sesama, kami saling berbincang satu sama lain, menanyakan kabar kami. Setiap menit orang berdatangan, ada yang berjalan kaki, ada yang memakai motor dan mereka semua terlihat senang. Pada saat itu orang orang yang datang mencapai sekitar 30 orang. Awalnya, aku merasa canggung dan malu untuk berinteraksi dengan mereka tapi lama lama aku merasa santai dan ikut senang telah bertemu dengan mereka semua dan suasana menjadi lebih hangat ketika ketua lingkungan kami membuat sebuah game yaitu memecahkan puzzle, dimana kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan kami harus bekerjasama untuk menyelesaikan puzzle itu. Pada saat itu tugasku adalah membacakan bacaan injil, secara bergantian aku membacakan injil itu dengan temanku, Orin. Dan juga membagikan kue yang telah disediakan oleh pemilik rumah. Di akhir doa kami saling berbincang dengan sukacita sebelum akhirnya kami foto bersama sebagai kenangan lalu kami pulang ke rumah kami masing masing dengan hati yang damai.

Refleksi Berdasarkan Nilai Spiritualitas Bunda Maria (JUDGE) :
Dalam pelayanan doa lingkungan ini, aku belajar bahwa melayani itu tidak boleh dengan rasa sombong dan ingin menunjukkan bahwa kita itu lebih baik, tetapi dengan memberikan hati kita  dengan tulus saat melayani. Saat membacakan Kitab Suci di depan semua anggota lingkungan, aku berusaha untuk tidak khawatir tentang memikirkan apakah bacaanku bagus atau tidak, atau apakah orang lain akan memujiku. Aku justru ingin agar doa berjalan dengan khusyuk dan sem
ua orang bisa merasakan makna dari firman Tuhan yang dibacakan. Dari sana aku menyadari bahwa 
Kerendahan hati itu menurutku berarti mau mengambil peran kecil tanpa merasa harus terlihat menonjol, dan membiarkan Tuhan memakai aku untuk membantu orang lain. Ternyata ada rasa damai yang muncul ketika melayani tanpa berharap dipuji. Aku merasa lebih bebas, lebih tenang, dan lebih dekat dengan orang-orang di sekitarku karena semuanya dilakukan dengan ketulusan, bukan demi pengakuan.

Pengalaman mengikuti doa lingkungan juga membuat imanku semakin kuat. Pada awalnya, aku mengira kegiatan SMW hanyalah kewajiban sekolah Santa Maria. Namun, setelah menjalaninya, aku justru merasa kegiatan ini membantuku untuk lebih setia dalam kehidupan rohani. Aku mulai memahami bahwa menjadi murid Kristus bukan hanya soal hadir di gereja pada hari Minggu, tetapi juga tentang bersedia terlibat dalam pelayanan kecil seperti ini. Ada perasaan bahwa Tuhan memanggilku lewat pengalaman sederhana tersebut -memanggilku untuk tetap setia dalam hal-hal kecil yang kadang sering aku abaikan. Setiap kegiatan, mulai dari bernyanyi, berdoa, hingga mengikuti refleksi bersama umat, membuatku semakin yakin bahwa kesetiaan dibangun perlahan, melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus.


Dalam seluruh kegiatan SMW, aku merasa bahwa pelayananku adalah salah satu wujud kecil dari keinginanku untuk mewujudkan kehendak Allah. Saat aku mengikuti doa lingkungan, terlibat dalam permainan, merenungkan bacaan, hingga menyampaikan doa umat, aku dapat melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui hal-hal sederhana. Aku merasa bahwa tuhan hadir ketika umat saling mendoakan, ketika kami tertawa bersama saat menyusun puzzle, atau ketika aku merasa dikuatkan untuk membaca Kitab Suci di depan banyak orang meski awalnya gugup. Semua itu membuatku sadar bahwa melakukan kehendak Allah tidak selalu berupa hal-hal besar kadang itu hanya dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih. Dengan pengalaman ini, aku ingin terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih taat, penuh kasih, dan siap melakukan apa yang Tuhan kehendaki-seperti teladan Bunda Maria yang selalu berkata "jadilah padaku menurut perkataan-Mu."

Komitmen Pribadiku (ACT)

Setelah merenungkan pengalaman SMW dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Bunda Maria, aku merasa terdorong untuk berubah menjadi pribadi yang lebih taat, rendah hati, dan mau melayani. Ke depannya, aku ingin berusaha untuk lebih konsisten mengikuti doa lingkungan dan terlibat aktif dalam kegiatan gereja sebagai bentuk kesetiaanku pada iman. Aku juga berkomitmen untuk melayani dengan hati yang tulus tanpa mencari pujian, baik saat di sekolah maupun di lingkungan. Secara konkret, aku berencana untuk terus ikut kegiatan komunitas lingkungan, menghadiri doa bersama secara rutin, dan membantu teman-teman di sekolah dengan sikap yang lebih sabar dan penuh kasih. Aku juga berencana untuk mengikuti komunitas kecil seperti komunitas di lingkungan sekitar rumahku untuk menyediakan sekolah minggu bagi anak anak kecil yang beragama katolik, untuk mempereraat persaudaraan kami semua, dan juga komunitas di gereja seperti mengikuti misdinar. Aku berharap langkah-langkah kecil ini dapat membentukku menjadi murid Kristus yang lebih setia dan semakin mencerminkan nilai-nilai Maria dalam hidup sehari-hari.
ﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨ﮩ٨ـﮩﮩ٨٨

Komentar